intagme

intagme

Jumat, 11 April 2014

Cara menanam mawar dengan okulasi

PENDAHULUAN
Secara konvensional, perbanyakan mawar dilakukan dengan cara okulasi.
Namun okulasi, baru dapat dilakukan setelah batang bawah berumur 6
bulan. Dengan cara okulasi mata berkayu perbanyakan mawar dapat
dilakukan lebih cepat, karena okulasi pada setek langsung, tanpa
ditanam lebih dahulu. Hasil terbaik pada okulasi yang dilakukan pada
umur 4 minggu setelah setek batang bawah ditanam.
TEKNIK OKULASI MATA BERKAYU
1. Persiapan Media
- siapkan media untuk penanaman batang bawah
- Masukkan media ke dalam polybag ukuran 10 - 12 cm
2. Persiapan Batang Bawah
- Ambil batang mawar pagar yang cukup tua, buang daun-daunnya.
- Potong bagian pucuk (± 1/3 panjang batang), lalu buang.
- Sisanya disetek (dipotong-potong) dengan panjang 15 cm.
3. Persiapan Batang Atas/Entres
- Siapkan tangkai bunga mawar saat bunga sedang mekar dari varietas
yang diinginkan.
- Buang semua daun dan bunganya.
4. Pelaksanaan Okulasi Mata Berkayu
a. Siapkan setek/batang bawah
b. Buang duri di sekitar batang yang akan diokulasi lalu bersihkan
c. Buatkan keratan untuk batas okulasi bawah.
d. Buatkan irisan ke arah bawah dengan mengikutkan sedikit jaringan
kayu, arahkan pisau hingga irisan berakhir pada keratan yang telah
dibuat. Ukuran irisan kira-kira lebar 4-5 mm, panjang 1,5-2 cm dan
tebal 1-2 mm
e. Ambil mata tunas dan entres. Buat irisan berupa kepingan dengan
mata tunas terletak ditengah-tengah. Ukuran irisan sama dengan irisan
pada batang bawah.
f. Tempelkan kepingan mata tunas berkayu ke celah yang telah dibuat
pada batang bawah.
g. Ikat dengan menggunakan parafilm atau tali rafia
h. Simpan bibit di bawah naungan
6. Penanaman
Bibit dapat ditanam sekitar 2 bulan setelah dilakukan okulasi mata berkayu.

Budidaya mawar

Mawar (Rosa hybrida L.) biasa diperbanyak secara vegetatif, sedangkan
secara generatif hanya ditujukan untuk pemuliaan. Perbanyakan mawar
bunga potong umumnya diperbanyak secara okulasi, okulasi mata tunas
atau okulasi mata berkayu. Okulasi mata tunas dilakukan pada saat
kulit batang bawah mudah dikelupas. Pada saat tersebut sel-sel tanaman
dan sel-sel kambium tersebut sedang dalam keadaan aktif. Pelaksanaan
dari teknik okulasi mata berkayu hampir sama dengan okulasi mata
tunas, hanya pada okulasi mata berkayu tidak harus menunggu batang
bawah mudah dikelupas. Dengan cara ini okulasi dapat dilakukan pada
setek batang bawah yang belum berakar ataupun yang sudah berakar.
Namun demikian sebaiknya okulasi mata tunas dilakukan setelah batang
bawah berumur lebih dari satu bulan. Salah satu cara perbanyakan yang
lebih efisien, yang sekarang banyak dilakukan pengusaha benih/bibit
mawar di luar negeri adalah stenting. Cara ini merupakan gabungan dari
penyetekan dan penyambungan (grafting) yang dilakukan pada saat yang
bersamaan. Beberapa keuntungan dari teknik stenting ialah lebih cepat
perbanyakannya, karena saat penyambungan tidak menunggu batang bawah
berakar terlebih dahulu; lebih sedikit bahan tanaman yang digunakan
(satu mata tunas + daun dari batang atas dan satu ruas batang bawah
tanpa daun), sehingga pada saat tanaman ditanam di lapang tidak tumbuh
tunas liar dari batang bawah, yang akhirnya akan meringankan biaya
pemeliharaan.
Penggunaan mata berdaun pada teknik stenting ini memerlukan penanganan
khusus untuk menghindari kelayuan sampai bertautnya kambium serta
tumbuhnya akar dan tunas. Untuk menjamin keperluan tersebut, maka
disekeliling daun harus dipertahankan agar selalu dalam keadaan
lembab. Cara yang banyak dilakukan untuk mempertinggi kelembaban ini
yaitu dengan pengkabutan secara periodik (intermitten misting). Dengan
teknik ini memberi lapisan air pada permukaan daun dan batang,
merendahkan suhu dan meningkatkan kelembaban sekitar daun, sehingga
akan mengurangi laju respirasi dan transpirasi. Keberhasilan
penyambungan sebagian besar disebabkan hubungan kambium yang rapat
dari kedua tanaman (batang bawah dan batang atas) yang disambungkan
atau terjadinya pertautan/jalinan meristematik antara keduanya.
Prosedur Kerja Perbanyakan Secara Stenting yaitu:
1. Sebagian batang bawah dapat digunakan mawar pagar (R. multiflora)
atau Multic, terdiri dari 1-2 ruas dengan panjang + 5 cm.
2. Batang atas terdiri dari yang dipotong + 1 cm di atas mata tunas.
3. Batang atas dan batang bawah dikerat dengan pisau/cutter, sehingga
membentuk sudut 30 derajat.
4. Batang atas dan batang bawah disambungkan satu sama lain dengan
penjepit untuk menjemur pakaian atau parafilm.
5. Media tanam yang dipakai yaitu arang sekam atau campuran arang
sekam dan kompos daun bambu (1:1).
6. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 10 cm x 10 cm
7. Selanjutnya tanaman ditempatkan dalam rumah plastik atau rumah kaca
yang cahayanya dikurangi dengan pemasangan paranet 55%.
8. Periode pengkabutan diatur setiap 8 menit kabut keluar selama 10 detik.

Cara murah meriah mengkilapkan daun aglaonema

Memperkilap daun aglaonema memang butuh biaya karena bahan-bahannya
mahal. Tapi sekarang ada Iho cara paling murah. Bagaimana? Sekarang
telah ditemukan sejumlah teknik untuk f memperkilap daun aglaonema
yang diantaranya ada yang menyemprotkan Leaf-Shine sekelas Paral dan
Hortico. Ada pula yang mengoleskan susu pada daun aglaonema satu per
satu. Semua cara ini me mang telah direkomendasi oleh penghobi
aglaonema termasuk pakarnya Greg Hambali.
Namun demikian, dua teknik tadi kendati efektif mampu memperkilap daun
aglaonema, terkadang ada efek samp-ingnya. Sebut saja Leaf-Shine
dimana kalau diberikan secara berlebihan justru bisa merusak daun
aglaonema sendiri seperti daun menggulung. Sebab itu pemakaiannya
harus hati-hati dan sesuai kadar anjuran.
Sisi lain kelemahan pemakaian Leaf-Shine dan susu adalah si kolektor
harus mengeluarkan isi koceknya yang relatif besar. Kalau punya
koleksi aglaonema banyak, maka ia harus mengeluarkan isi kocek banyak
untuk pembelian Leaf-Shine dan susu.
Apalagi aplikasi bahan-bahan ini minimal sebulan sekali. Mungkin hanya
mereka yang berkantung tebal bisa melakukannya, sementara penghobi
berkantung tipis hanya gigit jari. Lantas bagaimana?
Nah, bicara soal daun aglaonema yang mengkilap itu, Greg Hambali
selaku penemu aglaonema varietas Pride of Sumatera punya jurus
alternatif yang tentu lebih murah dan aman. Pakai apa? Pakailah ampas
kelapa, niscaya daun aglaonema Anda akan lebih mengkilap, papar Greg
Hambali di Malang belum lama ini. Pemakaian Leaf-Shine dan susu murni
sangat dianjurkan oleh staf ahli Taman Buah Mekarsari Bogor itu. Tapi
keduanya membutuhkan biaya mahal sehingga kalau dipaksakan, sang
kolektor aglaonema bisa tersiksa jadinya. Sangat bagus menggunakan
keduanya, tapi ha rus mengelu arkan duit banyak ya, papar pria jebolan
Universitas Brimingham Inggris itu.
Sebagai alternatifnya, pria yang akrab disapa Greg itu memberi resep
yakni pakai ampas kelapa. Anda boleh pakai ampas kelapa untuk
memperkilap daun aglaonema karena sudah terbukti dan murah lagi, papar
Greg.
Perlakuan demikian untuk memperkilap daun aglaone boleh atau tidak
sama seka dilakukan. Tapi kalau si emp menginginkan punya koleks yang
daunnya mengkilap, te paksa harus melakukan hal demikian. Sebaliknya
mereka yang ingin lebih ekonomis ya pakai ampas kelapa karena ternyata
limbah ini mampu memperkilap daun agalaonema, tandas Greg.
Tebar Pada Seluru Daun Aglaonema
Ampas kelapa yang dimaksudkan Greg adalah ampas yang suda diperas
santannya sehingga murni tersisa ampasnya saja. Meski san nya hilang,
bukan berarti kadar lemaknya sirna tanpa sisa.
Kandungan lemak tetap ada dalam ampas kelapa. Biar sedikit, tapi mampu
memperkilap daun-daun aglaonema, papar Greg. kadar lemak itulah yang
bisa bikin daun aglaonema jadi mengkilap.
Setelah ampas-ampas kelapa itu didapat, lalu langsung tebar ke seluruh
daun aglaonema berapa pun jumlahnya. Usai penebaran tersebut, ambil
kain lap atau kain apa saja yang sebelumnya sedikit dibasahi dengan
air. Kemudian usap tiap-tiap daun aglaonema tadi satu per satu hingga
ampasnya hilang, jelas Greg.
Saat mengusap itu, daun-daun aglaonema jadi bersih dan mengkilap.
Upayakan pengusapan dengan kain lap itu sebersih mungkin hingga ampas
benar-benar hilang. Cara ini memang kurang praktis. Tapi lebih
ekonomis lho sehingga cocok untuk pengiritan. Yang penting daun
aglaonema bisa mengkilap kan. Dan tentu, ampas kelapa tidak memiliki
efek samping pada aglaonema apalagi sampai mematikan segala. Pokoknya
koleksi Anda aman dengan ampas kelapa, terang Greg. (fen, agrobis)

Menanam dengan okulasi

Rahasia ini harus segera dibocorkan. Soalnya banyak yang membutuhkan.
Kalau tidak, bakal banyak yang gagal melakukan okulasi. Okulasi
termasuk cara perbanyakan tanaman yang cukup populer. Pasti sudah
banyak yang tahu cara okulasi. Hanya saja okulasi tak bisa sembarangan
dilakukan. Harus tahu langkah-langkahnya.
Ada beberapa rahasia yang bisa mempengaruhi keberhasilan okulasi. Yuk,
kita simak H. Abdul Ghani, dari Sanggar Buana Flora, berbagi rahasia
sukses mengokulasi buah.
1. Memilih mata
Ketepatan memilih mata tunas yang akan ditempel merupakan salah satu
kunci keberhasilan okulasi. Mata tunas yangdipilih harus yang
berpotensi tumbuh. Ciri-cirinya? Pada tanaman jambu dan mangga, pilih
mata tunas yang sudah keluar tunas kecil.
Sementara untuk tanaman lain, Adung alias Abdul Ghani menyarankan mata
yang sama sekali belum bertunas. Untuk mangga dan duren sering diakali
dengan cara perompesan/pelerengan. Caranya? Pangkas habis daun pada
pucuk pohon mangga. Perompesan daun akan memacu tumbuhnya tunas baru.
Nah, tunas baru itulah yang bisa dipakai.
2. Cara menyayat
Perhatikan juga cara membuat sayatan batang induk dan batang atas.
Kayu dari pohon induk tak boleh tersayat. Bahkankambium, semacam
lendir licin yang menempel pada kayu induk tak boleh hilang. Soalnya
kambium berfungsi untuk lalu-lintas makanan dari daun ke tubuh
tanaman. Kalau kambium hilang suplai makanan ke mata tempel tidak ada.
Tunas baru pun tidak bakal tumbuh. Tak boleh ada kayu yang tertinggal
di kulit mata tempel. Supaya mudah dalam membuat sayatan, potong
cabang yang akan diambil mata tempelnya. Siapkan dulu mata tempel dari
cabang atas. Baru kemudian sayat pohon induk. Tujuannya agar kambium
tidak kering. Pakailah pisau yang tajam dan steril supaya hasil
sayatannya rapi dan higienis.
3. Cara mengikat
Mengikat mata tempel juga tidak boleh sembarangan. Ikatan harus rapat
sampai angin tak bisamasuk ke tempelan. Harus pas, tidak boleh terlalu
kencang tidak juga terlalu longgar. Kulit mata tunas menempel dengan
sempurna sudah cukup. Kalau
terlalu kencang, bisa tercekik.
Mata tunas boleh ikut ditutup, boleh juga tidak ditutup. Mata tunas
yang ditutup punya kelebihan. Gangguan dari luar, terutama air tidak
bisa masuk. Tapi ikatan pada mata tunas tak boleh kencang. Supaya
tunas bisa tumbuh. Kalau mata tunas tidak ditutup harus dipastikan air
tidak menyentuh tempelan. Soalnya, entres bisa busuk kalau kena air.
4. Kecepatan kerja
Sewaktu melakukan okulasi, kerja harus cepat. Sayatan di pohon induk
tidak boleh terlalu lama di udara terbuka. Begitu juga dengan sayatan
mata tempel. Kalau terlalu lama kambium pada kayu bisa kering. Agar
kerja bisa cepat dan tak terganggu, sebaiknya siapkan semua alat dan
bahan yang dibutuhkan terlebih dahulu. Agar sewaktu bekerja tak lagi
perlu cari-cari alat
yang dibutuhkan. Siapkan dulu mata tempel, baru sayat batang induk.
Ada lagi cara untuk menyiasati kelambatan kerja. Bekerjalah di tempat
yang teduh. Sebaiknya lakukan pada pagi atau sore hari. Terik matahari
tentu akan mempercepat, kambium menjadi kering. Sebaiknya letakkan
hasil okulasi di tempat teduh. Selain menghindari terik matahari, juga
agar tak ada air yang masuk ke sambungan.
Tidak ada rahasia lagi okano (Rudi)

Daftar tanaman obat indonesia dan nama latinnya

Daftar Tanaman Obat Indonesia dan Nama Latinnya
Berikut saya sertakan daftar tanaman yg bisa dijadikan ramuan obat
herbal / obat tradisional / jamu untuk kesehatan dan kebugaran tubuh
disertai nama latinnya. Saat ini saya sedang berada di Indonesia dan
saya berusaha membuat photo dari berbagai tanaman obat ini. Akan
saya tampilkan di postingan saya yang akan datang. Semoga
bermanfaat.
Putri Malu - salah satu tanaman liar yg bisa dijadikan obat
♡Tanaman Untuk Ramuan Obat
A
Adas(Foeniculum vulgare Mill)
Alang alang (Imperata cyllindrica {L} Beauv)
Anting anting (Acalypha australis L)
Avokad (Persea gratissima Gaerth)
Andong (Cordyline fructirosa {L} A. Cheval)
Angco (Ziziphus jujuba Mill)
Arbenan (Duschesnea indica {Andr.} )
Asam Jawa (Tamarindus indica L)
B
Bangle (Zingiber purpureum Roxb.)
Brotowali (Tinospora crispa {L} Miers.)
Bunga Kenop (Gomphrena globosa L)
Bandotan (Ageratum conyzoides L)
Ban Zhi Lian (Scutellaria barbata D.Don.)
Bawang Merah (Allium cepa L var.)
Bawang Putih (Allium sativum L.)
Bayam Duri (Amaranthus spinosus)
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.)
Beluntas (Pluchea indica {L} Less.)
Benalu Teh (Loranthus parasiticus)
Bidara Upas (Merremia mammosa {Lour})
Boroco (Celosia argentea L.)
Brojo Lintang (Belamcanda sinensis L DC.)
Bunga Matahari (Helainthus annuus L.)
C
Cabai Jawa (Piper retrofractum Vahl.)
Calincing (Oxalis corniculata L.)
Cakar Ayam (Selaginella doederleinii Hieron)
D
Dan Shen (Salviae milthiorrhizae Bunge)
Daun Kentut (Paederia scandens {Lour.} Merr.)
Daun Mint (Mentha arvensis L.)
Daun Dewa (Gynura segetum {Lour.} Merr.)
Daun Hia (Artemisia vulgaris L.)
Daun Jinten (Coleus amboinicus Lour.)
Daun Sendok (Plantago major L;)
Daun Ungu (Graptophyllum pictum {L} Griff.)
Delima (Punica granatum L.)
E
Ekor Kucing (Acalypha hispida Burm.f.)
G
Gadung China (Smilax china L.)
Gan Cao (Glycyrrhiza glabra L.)
Gempur Batu (Boreria hispida Schum.)
Gendola (Bassela rubra L.)
Ginkgo (Ginkgo biloba L.)
Gandarusa (Justicia genadrusa Burm F.)
Ginjean (Leonurus sibricus L.)
J
Jagung (Zea mays L)
Jambu Biji (Psidium guajava L.)
Jamur Kuping (Auricularia auricula)
Jarak Pagar (Jatropha curcas L.)
Jati Belanda (Guazoma ulmifolia Lamk)
Jeruk Mandarin (Citrus nobilis Lour.)
Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia Swingle.)
Jukut Pendul (Kyllinga v-brevifolia Rottb.)
Jahe (Zingiber offichinale Rocs.)
Jamblang (Eugeniacumini {L.} Druce)
Jali (Coix lacryma-jobi L.)
Jamur Kayu / Ling Zhi (Ganoderma lucidum (Leyss.ex Fr) Karst.)
Jengger Ayam (Celosia cristata L.)
Jombang (Taraxacum mongolicum Hand-Mazz.)
K
Kaca Piring (Gardenia jasminoides Ellis.)
Kapulaga (Amomum cardamomum Auct.)
Kayu Manis ( indicum burmani (Needs.) Bl.)
Kembang Bugang (Clerodendrum calamitosum L.)
Kembang Coklat (Zephyranthes candida Herb.)
Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)
Kembang Sore (Abutilon (L.) Sweet.)
Kembang Telang (Clitoria ternatea L.)
Kie Cie (Lycium barbaratum L.)
Ki Tolod (Isotoma longiflora Presl.)
Komprey (Symphytum officinale L.)
Kremek (Alternanthera sessilis R.Br.)
Krisan (Chrysanthemum morifolium Ram.)
Kunci Pepet (Kaempferia angustifolia Rosc.)
Kunyit Putih (Kaempferia rotunda L.)
Kaktus Gepeng (Opuntia dilenii (Ker-Gawl) Haw.)
Kejibeling (Strobilanthes crispus Bl.)
Kembang Pukul Empat (Mirabilis jalapa L.)
Kemuning (Muraya paniculata (L) Jack)
Kencur (Kaempferia galanga L.)
Ketepeng China (Cassia alata L.)
Krokot (Portulaca oleracea L.)
Kumis Kucing ( Orthosiphon aristatus BL. Miq.)
Kunyit (Curcuma longa L.)
L
Legundi (Vitex trifolia L.)
Lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Vahl.)
Lengkuas (Languas galanga L. Stunz)
Lenglengan 5leucas lavandulifolia L.)
Lili(Lilium Sp.)
Lobak Putih (Raphanus sativus L.)
Leunca (Solanum nigrum L.)
Lidah Buaya (Aloe vera L.)
M
Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa Boerl.)
Mahoni (Swietenia mahagoni Jacq.)
Mawar (Rosa sinensis Jacq.)
Melati (Jasminum samblas L. Ait.)
Mirten (Malphigia coccigera )
Mengkudu (Morinda citrifolia L.)
Meniran (Phyllantus urinaria L.)
Miana (Coleus artopurpureus Benth.)
Mimba (Melia azadirachta L.)
Murbei (Morus alba Linn)
N
Nanas Kering (Rgoe discolor L Her. Hance)
P
Pacar Air (Impatiens balsamina Linn.)
Patikan China (Euphorbia thymifolia L.)
Patikan Kebo ( Euphorbia hirta L.)
Pare (Momordica charantia L.)
Patah Tulang (Euphorbia tirucalli L.)
Pepaya (Carica papaya L.)
Pinang (Areca catechu L.)
Putri Malu (Mimosa pudica L.)
Pegagan ( Centella asiatica L Urban.)
R
Rumput Bambu (Lopatherum gracile Brogn.)
Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa L.)
S
Saga (Abus precatorius L.)
Sambiloto (Andrographis paniculata {Burm.f. Nees.)
Sambung Nyawa (Gynura procumbens Backer.)
Salam (Syzygium polyanthus (Wight.) Walp.)
Sambang Darah ( Excoecaria cochinchinensis Lour)
Sangitan (Sambucus javanica Reinw.)
Secang (Caesalpinia sappan L.)
Selasih (Oimum basilicum L.)
Sereh / Serai (Cymbopogon nardus {L} Rendle)
Sidaguri (Sida rhombifolia L.)
Som Jawa (Talinum paniculatum Jacq.) Gaertn)
Srigading (Nyctanthes arbor-trisis L.)
Suruhan (Peperomia pellucida L Kunth.)
Sawi Tanah (Nasturtium montanum Wall.)
Semanggi Gunung (Hydrocotyle sibthorpiodes Lam.)
Sembung (Blumea balsamifera DC.)
Siantan (Ixora stricta Roxb.)
Sirih (Piper betle L.)
T
Tahi Kotok (Tagetes erecta L.)
Teh (Camelia sinensis {L.} Kuntze)
Tempuh Wiyang (Emilia sonchifolia {L.} DC.)
Temu Giring (Curcuma heyneana Val.)
Temu Kunci (Boesenbergia pandurata Roxb.)
Turi (Sesbania grandiflora {L.} Pers)
Tapak Dara (Catharanthus roseus {L.} G/Don)
Tapak Liman (Elephantopus scaber L.)
Teki (Cyperus rotundus L.)
Tempuyung (Sonchus arvensis L.)
Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.)
Temulawak (Curcuma xantorrhiza Roxb.)
Temu Mangga (Curcuma mangga Val.)
Temu Putih (Curcuma zedoaria Rosc.)
Teratai (Nelumbium nucifera Gaerth.)
Urang Aring (Eclipta alba Hassk.)
W
Waru Landak (Hibiscus mutabilis L.)
Wortel (Daucus carota L.)
Wudani (Quisqualis indica L.)

Selasa, 08 April 2014

Bunga asoka

Yuli Solo Flourist
Menjual tanaman hias, rental dan perawatan tanaman,menerima dekorasi
taman. kami adalah agen menyediakan berbagai macam tanaman hias yang
beralamat di{ds kliwonan RT04 RW07 lor pasar sapi,kalioso ,solo }di
sini kami menyediakan berbagai macam jenis tanaman bagi anda yang
berminat
untuk tanamn hias yang anda perlukan.kami persilahkan menghububungi:
Pak SRI tepo tanaman hias yang beralamatkan di desa kliwonan lor pasar
sapi kalioso

Bunga asoka

Khasiat Bunga Asoka- Asoka yang memiliki nama ilmiah Sarca Indica
merupakan tanaman dari family Caesalpiniaceae. Bunga asoka ini
merupakan salah satu tanaman suci di India. Bunga asoka ini memiliki
warna yang beragam seperti warna merah, oranye dan kuning. Biasanya
bunga ini dijadikan tanaman hias karena daunnya dapat dibentuk dan
bunganya sangat indah.
Khasiat bunga asoka
Bunga asoka ini memiliki beberapa nama lain seperti: bunga soka, pohon
soka, anganapriya, asogam, asokada, ashopalava, asok, asoka, asupala,
gandapuspha, kankelli, kenkalimara, vichitrah, dan thawgabo. Selain
menjadi tanaman hias yang indah, bunga asoka juga dipercaya sebagai
tanaman obat herbal, karena bunga asoka mengandung hematoksilin.
Bagian yang biasanya dimanfaatkan adalah pada bagian kulit dan bunga.
Sebuah penelitian menunjukan bahwa kulit kayu kering dari tanaman
asoka yang sudah dihaluskan mengandung cukup banyak tanin dan zat
organic yang mengandung besi. Selain itu bunga asoka juga memiliki
beberapa khasiat untuk kesehatan, seperti berikut :
1.Bunga asoka yang sudah ditumbuk halus dan dicampur dengan air
memiliki khasiat untuk mengobati disentri hemoragik.
2.Bunga asoka berkhasiat untuk mengatasi haid yang tidak teratur,
dengan meminum air rebusan dari bunga asoka yang dicampur dengan bunga
mawar dan daging lidah buaya.
3.Bunga asoka berkhasiat untuk mengobati kram betis, dengan meminum
air rebusan dari bunga asoka yang dicampur dengan bunga mawardan daun
sembung segar.
4.Bunga asoka dapat mengobati luka memar, dengan meminum air rebusan
dari bunga asoka yang ditambah bunga mawar kering dan umbi daun dewa.
Selain itu bunga asoka juga memiliki khasiat untuk mengatasi dan
menurunkan tekanan darah tinggi. Kandungan kimia yang terdapat pada
bunga asoka ini adalah saponin, flavonoid, dan tanin. Bunga asoka
memiliki rasa yang manis dan menyejukkan.
Khasiat bunga asoka
Semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi anda semua, dan terima
kasih sudah menyimak informasi mengenai khasiat bunga asoka.