intagme

intagme

Jumat, 11 April 2014

Budidaya mawar

Mawar (Rosa hybrida L.) biasa diperbanyak secara vegetatif, sedangkan
secara generatif hanya ditujukan untuk pemuliaan. Perbanyakan mawar
bunga potong umumnya diperbanyak secara okulasi, okulasi mata tunas
atau okulasi mata berkayu. Okulasi mata tunas dilakukan pada saat
kulit batang bawah mudah dikelupas. Pada saat tersebut sel-sel tanaman
dan sel-sel kambium tersebut sedang dalam keadaan aktif. Pelaksanaan
dari teknik okulasi mata berkayu hampir sama dengan okulasi mata
tunas, hanya pada okulasi mata berkayu tidak harus menunggu batang
bawah mudah dikelupas. Dengan cara ini okulasi dapat dilakukan pada
setek batang bawah yang belum berakar ataupun yang sudah berakar.
Namun demikian sebaiknya okulasi mata tunas dilakukan setelah batang
bawah berumur lebih dari satu bulan. Salah satu cara perbanyakan yang
lebih efisien, yang sekarang banyak dilakukan pengusaha benih/bibit
mawar di luar negeri adalah stenting. Cara ini merupakan gabungan dari
penyetekan dan penyambungan (grafting) yang dilakukan pada saat yang
bersamaan. Beberapa keuntungan dari teknik stenting ialah lebih cepat
perbanyakannya, karena saat penyambungan tidak menunggu batang bawah
berakar terlebih dahulu; lebih sedikit bahan tanaman yang digunakan
(satu mata tunas + daun dari batang atas dan satu ruas batang bawah
tanpa daun), sehingga pada saat tanaman ditanam di lapang tidak tumbuh
tunas liar dari batang bawah, yang akhirnya akan meringankan biaya
pemeliharaan.
Penggunaan mata berdaun pada teknik stenting ini memerlukan penanganan
khusus untuk menghindari kelayuan sampai bertautnya kambium serta
tumbuhnya akar dan tunas. Untuk menjamin keperluan tersebut, maka
disekeliling daun harus dipertahankan agar selalu dalam keadaan
lembab. Cara yang banyak dilakukan untuk mempertinggi kelembaban ini
yaitu dengan pengkabutan secara periodik (intermitten misting). Dengan
teknik ini memberi lapisan air pada permukaan daun dan batang,
merendahkan suhu dan meningkatkan kelembaban sekitar daun, sehingga
akan mengurangi laju respirasi dan transpirasi. Keberhasilan
penyambungan sebagian besar disebabkan hubungan kambium yang rapat
dari kedua tanaman (batang bawah dan batang atas) yang disambungkan
atau terjadinya pertautan/jalinan meristematik antara keduanya.
Prosedur Kerja Perbanyakan Secara Stenting yaitu:
1. Sebagian batang bawah dapat digunakan mawar pagar (R. multiflora)
atau Multic, terdiri dari 1-2 ruas dengan panjang + 5 cm.
2. Batang atas terdiri dari yang dipotong + 1 cm di atas mata tunas.
3. Batang atas dan batang bawah dikerat dengan pisau/cutter, sehingga
membentuk sudut 30 derajat.
4. Batang atas dan batang bawah disambungkan satu sama lain dengan
penjepit untuk menjemur pakaian atau parafilm.
5. Media tanam yang dipakai yaitu arang sekam atau campuran arang
sekam dan kompos daun bambu (1:1).
6. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 10 cm x 10 cm
7. Selanjutnya tanaman ditempatkan dalam rumah plastik atau rumah kaca
yang cahayanya dikurangi dengan pemasangan paranet 55%.
8. Periode pengkabutan diatur setiap 8 menit kabut keluar selama 10 detik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar