intagme

intagme

Jumat, 11 April 2014

Krisan (seruni)

PENDAHULUAN
Krisan (Seruni) merupakan salah satu tanaman hiasyang memiliki nilai
ekonomi tinggi dan sangat populer di kalangan masyarakat. Permintaan
bunga krisan di Indonesia setiap tahun cenderung meningkat. Sejak
zaman dahulu krisan dibudidayakan untuk menghasilkan bunga potong.
Saat ini krisan sebagai tanaman pot juga populer dan banyak diminati.
Di Amerika Serikat lebih dari 75% tanaman pot yang terjual adalah
krisan. Pada tahun 1993, Indonesia mengekspor krisan 198,3 ton senilai
US $243.700 dengan negara tujuan Hongkong, Malaysia, Jepang dan
Singapura. Dalam tahun yang sama, impor Indonesia sebesar 3,8 ton
senilai US $ 22.100 dari Belanda dan Malaysia. Tanaman krisan memiliki
bunga yang beraneka ragam, baik bentuk, ukuran, maupun warnanya.
Krisan yang bernilai komersial kebanyakan berasal dari golongan all
year round (AYR Chrysantheaum). Dengan memanipulasi panjang hari,
varietas ini dapat berbunga sepanjang waktu dalam setahun. Jika masa
terang lebih panjang dari 14,5 jam, tanaman akan tetap pada vase
vegetatif. Dan jika lebih pendek akan terjadi pembentukan bunga.
PERBANYAKAN TANAMAN
Krisan diperbanyak dengan menggunakan anakan, setek pucuk, atau setek
batang. Untuk mendapatkan tanaman dalam jumlah besar dan waktu relatif
singkat, perbanyakan dapat dilakukan melalui kultur jaringan. Kultur
meristem guna mendapatkan tanaman krisan yang bebas penyakit mulai
dikembangkan dewasa ini.
KEBUN INDUK
Jarak tanam yang umum untuk tanaman induk krisan adalah 10×13 cm dan
13×13 cm. Mulai sejak tanam diberi pupuk cair 200 ppm N dan 200 ppm K
serta mendapat penyinaran tambahan. Intensitas cahaya minimum sekuat
100 lux dengan lampu pijar atau TL diperlukan terus menerus selama 3-5
jam di tengah malam. Setelah bibit tumbuh tegar, segera dilakukan
pemotesan pucuk guna merangsang pertumbuhan tunas. Stek harus diambil
sesering mungkin agar tanaman induk tetap berada dalam stadia juvenil.
Untuk tanaman krisan jenis standar yang toleran hari netral, bibit
yang digunakan berasal dari anakan. Secara fisiologis umur anakan yang
diambil dari kebun produksi kurang seragam. Sehingga masa
pembungaannya kurang serempak dalam suatu areal pertanaman.
TANAMAN PRODUKSI
Varietas-varietas krisan penghasil bunga potong yaitu Puma, Mundial,
Royal Target, Green Peace, Pink Reagen, Kiku, Regal Mist, Born Holm,
Clondike, Chittah, dan sebagainya. Varietas-varietas seruni yang
digunakan sebagai tanaman pot adalah Auntumn Glory, Bright Golden
Anne, Sandra, Right Time, Story Time, dan lain-lain. Setek pucuk yang
diambil dari tanaman induk semai dalam media pasir. Untuk mempercepat
perakaran, bagian pangkal diolesi dengan zat perangsang akar. Setek
berakar pada bedengan yang telah disiapkan (untuk krisan bunga potong)
atau ditanam dalam pot-pot. Selama vase vegetatif, tanaman diberi
penyinaran tambahan dan dipupuk dengan 200 ppm N dan 200 ppm K. Pupuk
P ditambahkan dalam media dengan dosis 0,51 g/tanaman. Tambahan
penyinaran dilakukan selama 7-8 minggu untuk krisan bunga potong, dan
10 20 hari untuk krisan pot. Intensitas cahaya minimum 50 77 lux dan
maksimum 200 lux tergantung varietas. Pencahayaan dilakukan tengah
malam dengan metoda interupsi (5-1) X 5 (5 menit lampu menyala diikuti
1 menit lampu dimatikan dan ulang sebanyak 5 kali dalam satu siklus),
(15-15)X6, (6-24)X8, atau penyinaran terus selama 2 -3 jam tergantung
varietas yang ditanam. Lampu yang digunakan yaitu flourescen (TL).
Jarak tanam untuk krisan bunga potong tergantung musim, kultivar, dan
metode pengaturan bunga (stek dipincing atau dibiarkan tumbuh sebagai
Single Stem). Jarak tanam untuk stek yang dipincing adalah 15X18 cm di
musim penghujan. Stek yang berada di bagian pinggir bedengan diatur
tiga tunas. Tanaman yang diproduksi 1 tangkai (tanpa pincing) ditanam
dengan jarak tanam 10X15 cm di musim kemarau dan 13×15 cm di musim
penghujan. Beberapa kultivar yang mempunyai daun lebar memerlukan
jarak tanam 15X15 cm.
HAMA DAN PENYAKIT
Hama penting yang menyerang krisan adalah aphid, thrips, dan leaf
miner (pengorok daun), dan ulat pemakan daun dan bunga. Hama tersebut
dikendalikan dengan memberikan karbofuran saat tanam. Insektisida
Decis, Orthane, atau Lanete efektif untuk mengendalikan serangan hama.
Penyakit penting yang menyerang krisan adalah karat daun yang
disebabkan oleh cendawan Puccinia horiana. Pengendaliannya dengan
menjaga kebersihan lingkungan. Daun-daun yang telah terinfeksi
dirompes kemudian dibakar. Penyakit lain yaitu bercak daun septoria,
embun tepung, busuk batang, dan layu fusarium. Beberapa fungisida
dapat digunakan bergantian setiap minggu, diantaranya Zineb, Score,
Dithhane dan Benlate.
PASCA PANEN
Bunga krisan dipanen jika telah mencapai fase mekar penuh. Daya simpan
sekitar 1 - 14 hari tergantung varietas dan kondisi lingkungan.
Larutan pengawet yang digunakan yaitu gula (2-5%), 8- hydroxyquinoline
Sulfat (300-500 ppm), atau larutan non kola. Bunga dapat disimpan pada
ruang dingin dengan suhu (0-20C) dan RH (90-95%). Sirkulasi udara yang
baik dan terdapatnya cahaya di ruang penyimpanan dapat meningkatkan
daya simpan. Bunga krisan dapat bertahan 1-3 minggu dalam pengemasan
kering. Penyimpanan bunga krisan jangan disatukan dengan bunga lain,
karena bunga krisan banyak mengeluarkan etilen. Hal penting bagi
petani : menjelang panen, hindari akumulasi air pada bunga atau daun
untuk mencegah perkembangan penyakit dan menjaga kualitas bunga. Bunga
potong saat mendekati terbuka sempurna. Bunga potong dapat dipanen
dalam keadaan kuncup, asal direndam dalam larutan yang cukup
mengandung nutrisi seperti larutan gula 2- 5%. Potong tangkai pada
bagian yang relatif lunak dan hijau. Setelah panen tangkai direndam
dalam air hangat (38-440C) disimpan dalam ruangan yang cukup sejuk dan
bersirkulasi udara lancar. Hal penting bagi eksportir : bunga
hendaknya dikemas kotak karton kering dengan bantalan kertas pada
dasar kotak dan antar bunga. Selama pengangkutan dan penyimpanan bunga
paling baik jika menggunakan suhu 00C, RH 90-95%.
Kondisi tersebut dapat mempertahankan mutu prima bunga dalam waktu
yang lama. Hal penting bagi pedagang eceran : bongkar kotak serta
lepaskan pembungkus dan ikatan tangkai.
Potong tangkai 5-7 cm di dalam air hangat. Tangkai yang keras dan
berkayu dipotong hingga ke bagian yang lunak dan hijau. Tempatkan
dalam wadah berisi air hangat (8-440C) yang dicampur pengawet. Setiap
1-2 hari larutan ditambahkan ke dalam wadah atau disesuaikan dengan
kebutuhan. Saran untuk pembeli : potong tangkai, tempatkan dalam wadah
yang bersih dan berisi air hangat. Larutan pengawet dapat
memperpanjang umur peragaan bunga, namun kadang dapat menyebabkan daun
menguning.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar