intagme

intagme

Jumat, 11 April 2014

Konsep baru tampilan taman dinding

Konsep baru tampilan taman dinding: segar alami dan harum.
Seluruh dinding bangunan bergaya Eropa itu tertutup dedaunan hijau.
Paku jejer Nephrolepis exaltata dengan daun menjuntai mengisi taman
dinding restoran wine di Summarecon Mal Serpong, Kota Tangerang
Selatan, Provinsi Banten. Jenis lain di taman dinding itu adalah
alokasia, ivy Hedera helix, cocor bebek Kalanchoe pinnata, dan sirih
belanda Scindapsus aureus yang menciptakan suana segar.
Bukan hanya segar, kehadiran melati jepang Graptophyllum pictum dan
pandan wangi Pandanus amarylifolius yang tumbuh di antara pintu masuk
ikut memanjakan indera penciuman pengunjung restoran. Aroma khas kedua
tanaman itu menguar lembut sehingga membuat pengunjung restoran betah
berlama-lama.
Go green
Restoran wine itu salah satu bangunan di lobi utama mal yang memiliki
taman dinding alias vertical garden. Total jenderal luasan lahan taman
dinding di mal itu sekitar 1.080 m2. "Kami berusaha memadukan alam ke
dalam dunia belanja, sehingga tercipta sensasi dan pengalaman baru
bagi konsumen yang berbelanja di sini," tutur Zora Fitria Sari,
anggota staf hubungan masyarakat Summarecon Mal Serpong. Kampanye go
green juga menjadi alasan taman dinding itu dibangun.
Menurut Zora kehadiran taman dinding membuat bangunan mal berkesan
alami dan ramah lingkungan. Pembangunan taman dinding itu berlangsung
pada Juli 2011. Desain dan pembuatan sistem taman membutuhkan enam
bulan. Tanaman-tanaman yang dipilih sesuai tema taman tropis.
Tanaman-tanaman itu diselipkan pada 2 lapis kain geotekstil setebal 6
mm.
Taman dinding itu bekerja serbaotomatis. Penyiraman setiap 2 jam
sekali pada pukul 07.00 hingga pukul 17.00. Area penyiraman terbagi 3,
masing-masing dilengkapi dengan tandon air. Pemupukan tanaman
dilakukan 6 pekan.
Tanaman di taman dinding tumbuh subur meski tanpa media tanam. Hanya
dalam sebulan tanaman sudah rimbun dan menyesaki seluruh permukaan
taman. "Selama kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi dan lingkungannya
sesuai, tanaman tumbuh subur meski tanpa media," ujar Dr Ir Nurhayati
MSc, arsitek lansekap dan dosen Pelestarian Lansekap Sejarah dan
Budaya, Jurusan Arsitektur Lansekap, Institut Pertanian Bogor.
Outdoor
Di area lain, The Downtown Walk, konsep alfresco-sebutan untuk makan
di luar ruangan, biasanya pada musim panas-begitu kental terlihat.
Ratusan meja dan kursi ditata apik di antara ruang terbuka bersuasana
tropis di kafe dan restoran yang menempati area itu. Unsur air dan
tanaman berada di tengah-tengah ruang terbuka itu. Contoh kolam
berbentuk lingkaran berdiameter 1 m. Kolam dengan air bening itu di
bagian kolam ditaruh wadah pot besar. Di dalam wadah itu diisi
rangkaian tanaman sukulen seperti kaktus, haworthia, dan bromelia
dengan media tanam pasir.
Dua bangunan terpisah di sekitar lobi utama tak tuput jadi area
pemasangan taman dinding. Di lantai dua bangunan terpisah itu terdapat
dua area tempat makan dan duduk bersantai. Area itu dibuat sesuai
dengan tema yang diinginkan oleh pengelola seperti lunar garden yang
bersuasana Jepang. Bagian ruangan yang ternaungi dihiasi
lampion-lampion jepang dan manekin wanita berbusana tradisional
jepang. Area lainnya dinamakan Crocadero, dengan dominasi kayu dan
tanaman sukulen.
Di area terbuka di lantai dua bangunan itu dihiasi taman dinding.
Seperti pada dinding, cerobong asap setinggi 4 meter ditutupi taman
dinding. Menurut Dr Ir Nizar Nasrullah MAgr, dosen di Departemen
Arsitektur Lanskap, Institut Pertanian Bogor, salah satu fungsi
tanaman adalah untuk ameliorasi iklim. "Tanaman dapat melembutkan
iklim dengan memberikan naungan dari sinar matahari, memodifikasi
suhu, menambah kelembapan udara, serta menahan angin," tutur Nizar.
Dengan cara itu ruangan menjadi nyaman dan memberikan rasa segar bagi
semua orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar